Beasiswa Bazma Pertamina

Nama saya Adinda Fahriya, sejak kecil saya biasa dipanggil Dinda. Saya merupakan anak pertama dari dua bersaudara, dari pasangan yang menikah pada tahun 1996 dan sayangnya harus mengakhiri pernikahan mereka pada sekitar tahun 2016 silam. Sejak saat itu, saya tinggal dengan Ibu dan adik saya. Disaat yang bersamaan, kemalangan ekonomi pun menerpa keluarga saya. Perusahaan yang dimiliki ayah saya mengalami kebangkrutan, begitu juga dengan perusahaan tempat Ibu saya bekerja sebelumya. Hutang yang melilit kedua orang tua saya memaksa mereka untuk menjual rumah yang kami tempati sebelumnya. Sedimikian lika – liku yang kami hadapi memaksa saya untuk berdiri lebih kuat dari sebelumnya. Saya harus membantu Ibu untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga kami, dikarenakan ayah yang juga kesulitan untuk tetap mengirimkan biaya kebutuhan saya dan adik. Pada tahun kedua saya berkuliah di Universitas Negeri Jakarta, sebagai mahasiswa program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, saya mendapat tawaran untuk mengajar pelajaran Bahasa Inggris bagi anak – anak SD di daerah Bintara, Bekasi. Dengan bekal pendidikan bahasa Inggris yang saya peroleh dari SD hingga SMA, bahkan hingga di kampus berkat kelab bahasa Inggris di fakultas saya, Saya menyanggupi tawaran tersebut. Sejak saat itu, berkat Berkah yang Dilimpahkan Allah SWT kepada keluarga saya, kebutuhan hidup sehari – hari seperti bahan pokok makanan dan lainnya dapat saya bantu penuhi meski tidak sebaik sebelumnya. Saat ayah saya sibuk memperbaiki perusahaannnya sehingga dapat kembali membiayai pendidikan saya dan adik saya, Ibu saya bekerja sebagai supir taksi online dengan bantuan pinjaman kendaraan milik salah satu sepupu saya. Kini, adik saya berkuliah di Institut Pertanian Bogor, yang berarti kebutuhan hidup kami kembali bertambah. Walau tarif uang kuliah tunggal adik saya tidak lebih besar dari uang kuliah tunggal yang ditetapkan bagi saya. Namun tetap saja masih tidak mudah.
Dengan memantapkan pilihan saya pada program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ini saya merasa telah melakukan satu lagi kontribusi bagi Bangsa Indonesia. Hal ini disebabkan karena dengan demikian, saya telah membulatkan tekad untuk menyumbangkan tenaga saya bagi masa depan dunia pendidikan di Indonesia. Sebelumnya saya merupakan siswa SMA yang terbilang aktif mengikuti kegiatan – kegiatan positif. Seperti diantaranya mengikuti ekskul paskibra dan mengikuti lomba cerdas cermat 4 pilar kebangsaan tingkat SMA. Sebagai siswa SMA yang mengikuti paskibra, saya merasakan suatu kebanggan untuk dapat mengiringi bendera merah putih sampai di ujung tiang yang sangat tinggi dan berkibar dengan bebasnya.  Sedangkan, mengikuti lomba cerdas cermat 4 pilar kebangsaan, membuat saya merasa seperti salah satu perpanjangan tangan pemerintah untuk menciptakan dan melestarikan kecintaan rakyat terhadap Indonesia dan segala pilarnya.
Kedepannya, saya berencana untuk melanjutkan pendidikan di bidang pemerintahan Indonesia di luar negeri, guna memperluas pandangan tentang bagaimana praktik pemerintahan yang baik seharusnya. Ketika saya SMP, salah seorang guru saya pernah memberikan nasihatnya ketika saya mengeluh tentang keadaan Indonesia saat itu hingga kini. Beliau berpesan bahwa apabila kita memiliki keluhan terhadap suatu sistem, kita harus belajar lebih keras dan berusaha untuk berada pada sistem tersebut agar kelak bisa mengubahnya secara langsung dari dalam. Maka dari itu, selain menjadi pendidik di kemudian hari, saya juga bermimpi untuk berkontribusi bagi Indonesia di bidang pemerintahan. Agar kemudian dapat memperbaiki segala sistem yang kini tengah dianggap sangat bobrok, begitu pula dengan pemerataan kesejahtaraan dan peningkatan kualitas pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan demikian, saya dapat menjadi salah satu orang yang berhasil mewujudkan cita – cita Bangsa Indonesia.

Komentar